Dalam menyambut hari sumpah pemuda. penulis kali menampilkan karya yang berdasarkan pemikiran penulis yang dibumbui dengan beberapa kutipan dari beberapa sumber berupa koran kompas. karena ini merupakan karya yang sudah lama dibuat dan baru bisa dipos penulis lupa untuk mencantumkan tanggal terbit koran. namun, sebagian besar adalah hasil pendapat penulis yang bisa dijadikan bahan pertimbangan.
Sebagai makhluk sosial manusia tidak luput dari orang lain. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri. Hal ini dikarenakan manusia tidaklah dapat melakukan semua seorang diri, tapi hanya beberapa hal. Keadaan seperti itu membuat manusia membutuhkan orang lain yang dapat melakukan hal yang tidak dapat dilakukan kecuali tanpa orang lain tersebut karena hakikatnya manusia selalu mencari kesempurnaan meskipun pada dasarnya kesempurnaan hanyalah milik Tuhan. “berikan aku seratus orang tua maka akan kucabut semeru dari akarnya.
Sebagai makhluk sosial manusia tidak luput dari orang lain. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri. Hal ini dikarenakan manusia tidaklah dapat melakukan semua seorang diri, tapi hanya beberapa hal. Keadaan seperti itu membuat manusia membutuhkan orang lain yang dapat melakukan hal yang tidak dapat dilakukan kecuali tanpa orang lain tersebut karena hakikatnya manusia selalu mencari kesempurnaan meskipun pada dasarnya kesempurnaan hanyalah milik Tuhan. “berikan aku seratus orang tua maka akan kucabut semeru dari akarnya.
Berikan aku sepuluh orang pemuda maka akan kugoncangkan dunia.
Kalimat yang dilontarkan presiden pertama Republik Indoonesia itu seolah
mengatakan bahwa pemuda adalah ujung tombak perubahan. Sejarah Indonesia
mencatat tidak sedikit perubahan yang dilakukan oleh kalangan pemuda yang
disebut-sebut sebagai agent of change. Sebagai contoh yang sudah tidak
lazim diingatan warga Indonesia adalah pelengseran rezim Soeharto yang telah
menduduki singgasana kekuasaan selama kurang lebih 32 tahun.
Lain cerita, belakangan ini nama Rio Heriyanto yang mengharumkan nama bangsa ke panggung Internasional ramai terdengar dengan mengikuti ajang bergengsi F-1 menggunakan nomor 88 mewakili tim manor pada satu musim atau 21 seri. Munculnya Rio sebagai pembalap F-1 pertama dari Indonesia sekaligus satu-satunya, pada musim ini, dari Asia membuktikan bahwa partisipasi kaum muda Indonesia tidak hanya pada masa yang lalu. Tapi bahkan masih berlanjut hingga saat ini.
Lain cerita, belakangan ini nama Rio Heriyanto yang mengharumkan nama bangsa ke panggung Internasional ramai terdengar dengan mengikuti ajang bergengsi F-1 menggunakan nomor 88 mewakili tim manor pada satu musim atau 21 seri. Munculnya Rio sebagai pembalap F-1 pertama dari Indonesia sekaligus satu-satunya, pada musim ini, dari Asia membuktikan bahwa partisipasi kaum muda Indonesia tidak hanya pada masa yang lalu. Tapi bahkan masih berlanjut hingga saat ini.
Akan tetapi tidak sedikit pula kaum yang dikatakan sebagai “para
penerus bangsa” yang terlihat memiliki masa depan suram. Mengapa tidak? Sering
kali termuat di media bentrok, tauran, pengguna obat-obatan terlarang, hingga
kegiatan tidak senonoh lainnya yang dilakukan oleh orang yang dimana cita-cita
bangsa dititipkan padanya.
Terdapat berbagai macam alasan mereka melakukan hal-hal yang telah
diuraikan di atas baik itu yang berdampak positif maupun negatif. Dalam
teorinya Abraham Maslow(1908-1970) menjelaskan kenapa orang-orang mau untuk
melakukan suatu kegiatan. Teori yang dijelaskan oleh Maslow itu sering disebut lima
teori hirarki Maslow. Teori pertama yang dikemukakan oleh maslow tentang
mengapa seseorang melakukan sesuatu yaitu adalah karena alasan fisiologis.
Dalam hal ini seseorang melakukannya untuk bertahan hidup. Sebagai contoh
paling familiar adalah seseorang akan bernafas karena jika tidak dia akan mati.
Tingkatan kedua dalam teori hirarki maslow adalah untuk memperoleh
rasa aman /safety. Untuk memperoleh rasa aman seseorang akan melakukan
apa pun sebagai contoh membangun rumah atau menyewa tempat tinggal. Contoh lain
adalah mereka akan menjaga diri agar tidak terserang penyakit. Dalam kasus
lain, seseorang yang sedang berada dalam ancaman singa yang sedang kelaparan
akan berlari mencari tempat sembunyi atau membunuh singa yang akan menerkamnya
untuk memperoleh rasa aman tersebut.
Pada dasarnya seseorang tidak akan mampu untuk hidup sendiri
sehingga dia akan melakukan sesuatu demi orang lain. Di sini seseorang akan
memenuhi kebutuhan akan rasa cinta dan sosial yang dimana Maslow menyatakan
dalam teorinya love and belonging. Jika ada kita pernah melihat kartun
spongebob pada episode dimana tuan krab yang berwatak pelit berani untuk
menghamburkan uangnya demi memenuhi apa yang menurutnya diperlukan oleh nyonya
puff. Sekilas memang hanya sebuah kartun tapi pada kenyataannya manusia memang
berperilaku dimana dia akan mencoba untuk memenuhi kebutuhan orang yang mereka
sayangi. Selain itu anggota sebuah organisasi akan menghidupkan organisasinya
ketika ia memiliki sense of belonging (rasa kepemilikan). Pada saat
itulah dia akan memberikan gagasan-gagasan yang inovatif yang membuat
organisasinya tidak mati.
Keempat, pada tahapan ini seseorang akan melakukan sesuatu karena
ingin mendapatkan pengakuan dari orang lain/self-esteem. Dalam kartun
Naruto kita bisa melihat ambisi Naruto yang sangat ingin menjadi hokage karena
tidak mendapatkan pengakuan dari orang-orang dari desa konohagakure. Dalam
kehidupan yang ril dapat pula kita saksikan seorang anak yang memiliki kelakuan
buruk umumnya berperilaku demikian karena ingin mendapatkan pengakuan dari
orang lain. Di saat “si cerdas” diperhatikan karena otaknya, maka “si nakal”
akan diperhatikan karena kelakuaanya. Dalam bahasa dewasa ini biasa disebut
sebagai orang yang cari perhatian (caper)
Tingkatan tertinggi dari teori hirarki maslow adalah self-actualization
atau diartikan sebagai keinginan aktualisasi diri. Dalam kasus ini
seseorang akan melakukan sesuatu karena ia ingin melakukannya. Mungkin memang
terdengar aneh, tapi sering kali kita menjumpai hal-hal seperti ini secara
tidak sengaja. Seperti seorang pebisnis yang telah memiliki harta yang bisa
dibilang lebih dari cukup tapi masih ingin ikut berpolitik. Bahkan cabang
perusahaannya telah cukup luas dalam
berbagai media baik elektronik maupun cetak. Ada juga seseorang yang setelah
mengusai satu bidang ingin menguasai bidang lain. Hal ini karena dia ingin
melakukannya. Itulah yang menurut maslow menyebabkan seseorang ingin melakukan
sesuatu, tidak lain dan tidak bukan karena dia ingin melakukannya.
Pada hakikatnya manusia cenderung mengikuti apa yang mereka lihat,
dengar atau pun baca. Dalam sebuah pemungutan suara yang dilakukan secara
mendadak, akan terlihat bahwa sisi yang mendapatkan suara pertama cenderung
untuk memenangkan pemilihan. Walaupun sebenarnya yang terbanyak tidak selalu
menajdi yang paling benar. Sering kali kita terjebak dalam teori raskolnikov,
karakter dalam novel crime and punishment karya Fyodor Dostoyevsky.
Dalam novel ini diceritakan seseorang yang melakukan sesuatu karena kebaikan
meskipun apa yang dilakukannya salah.
Lebih jauh lagi novel ini menceritakan bagaimana cara seseorang
dihukum setelah melakukan kejahatan. Bukan dihukum oleh pihak penegak hukum
formal ataupun mendapat diskriminasi dari masyarakat, tetapi dia mendapatkan
hukuman dari alam bawah sadarnya. Dia akan dihantui oleh rasa bersalah. Dihantui
oleh rasa bersalah inilah yang menjadi hukuman seumur hidupnya. seseorang yang
dihantui oleh rasa bersalah cenderung lebih tertutup dan mudah tersinggung.
Dostoyevsky membuat karakter raskolnikov menjadi seseorang yang terjebak di
dalam aturannya sendiri. Dimana ia membenarkan apa yang ia kerjakan meskipun
dalam konteks kejahatan. Sering kali para pemuda mengalami hal serupa. Salah
satu faktor utama adalah karena telah termakan oleh emosi. Sehingga, pemikiran
jernih mereka tertutup.
Negara ini memerlukan pemuda-pemuda yang siap bersaing, bukan hanya
dengan negara lain tetapi terlebih dahulu melawan rasa takut yang ada di dalam
diri sendiri. Entah itu takut untuk berkembang, takut karena kesalahan masa
lalu, takut akan kegagalan, dan berbagai rasa takut lainnya yang dapat
membendung potensi diri menjadi pribadi yang lebih baik. Para pemuda juga
dituntut untuk melakukan inovasi-inovasi dan kegiatan-kegiatan kreatif, bukan
hanya untuk diri sendiri melainkan juga untuk orang banyak.

No comments:
Post a Comment