Thursday, October 27, 2016

Memaknai Sumpah Pemuda



Dalam menyambut hari sumpah pemuda. penulis kali menampilkan karya yang berdasarkan pemikiran penulis yang dibumbui dengan beberapa kutipan dari beberapa sumber berupa koran kompas. karena ini merupakan karya yang sudah lama dibuat dan baru bisa dipos penulis lupa untuk mencantumkan tanggal terbit koran. namun, sebagian besar adalah hasil pendapat penulis yang bisa dijadikan bahan pertimbangan.

 Sebagai makhluk sosial manusia tidak luput dari orang lain. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri. Hal ini dikarenakan manusia tidaklah dapat melakukan semua seorang diri, tapi hanya beberapa hal. Keadaan seperti itu membuat manusia membutuhkan orang lain yang dapat melakukan hal yang tidak dapat dilakukan kecuali tanpa orang lain tersebut karena hakikatnya manusia selalu mencari kesempurnaan meskipun pada dasarnya kesempurnaan hanyalah milik Tuhan. “berikan aku seratus orang tua maka akan kucabut semeru dari akarnya.
Berikan aku sepuluh orang pemuda maka akan kugoncangkan dunia. Kalimat yang dilontarkan presiden pertama Republik Indoonesia itu seolah mengatakan bahwa pemuda adalah ujung tombak perubahan. Sejarah Indonesia mencatat tidak sedikit perubahan yang dilakukan oleh kalangan pemuda yang disebut-sebut sebagai agent of change. Sebagai contoh yang sudah tidak lazim diingatan warga Indonesia adalah pelengseran rezim Soeharto yang telah menduduki singgasana kekuasaan selama kurang lebih 32 tahun.
Lain cerita, belakangan ini nama Rio Heriyanto yang mengharumkan nama bangsa ke panggung Internasional ramai terdengar dengan mengikuti ajang bergengsi F-1 menggunakan nomor 88 mewakili tim manor pada satu musim atau 21 seri. Munculnya Rio sebagai pembalap F-1 pertama dari Indonesia sekaligus satu-satunya, pada musim ini, dari Asia membuktikan bahwa partisipasi kaum muda Indonesia tidak hanya pada masa yang lalu. Tapi bahkan masih berlanjut hingga saat ini.
Akan tetapi tidak sedikit pula kaum yang dikatakan sebagai “para penerus bangsa” yang terlihat memiliki masa depan suram. Mengapa tidak? Sering kali termuat di media bentrok, tauran, pengguna obat-obatan terlarang, hingga kegiatan tidak senonoh lainnya yang dilakukan oleh orang yang dimana cita-cita bangsa dititipkan padanya.
Terdapat berbagai macam alasan mereka melakukan hal-hal yang telah diuraikan di atas baik itu yang berdampak positif maupun negatif. Dalam teorinya Abraham Maslow(1908-1970) menjelaskan kenapa orang-orang mau untuk melakukan suatu kegiatan. Teori yang dijelaskan oleh Maslow itu sering disebut lima teori hirarki Maslow. Teori pertama yang dikemukakan oleh maslow tentang mengapa seseorang melakukan sesuatu yaitu adalah karena alasan fisiologis. Dalam hal ini seseorang melakukannya untuk bertahan hidup. Sebagai contoh paling familiar adalah seseorang akan bernafas karena jika tidak dia akan mati.
Tingkatan kedua dalam teori hirarki maslow adalah untuk memperoleh rasa aman /safety. Untuk memperoleh rasa aman seseorang akan melakukan apa pun sebagai contoh membangun rumah atau menyewa tempat tinggal. Contoh lain adalah mereka akan menjaga diri agar tidak terserang penyakit. Dalam kasus lain, seseorang yang sedang berada dalam ancaman singa yang sedang kelaparan akan berlari mencari tempat sembunyi atau membunuh singa yang akan menerkamnya untuk memperoleh rasa aman tersebut.
Pada dasarnya seseorang tidak akan mampu untuk hidup sendiri sehingga dia akan melakukan sesuatu demi orang lain. Di sini seseorang akan memenuhi kebutuhan akan rasa cinta dan sosial yang dimana Maslow menyatakan dalam teorinya love and belonging. Jika ada kita pernah melihat kartun spongebob pada episode dimana tuan krab yang berwatak pelit berani untuk menghamburkan uangnya demi memenuhi apa yang menurutnya diperlukan oleh nyonya puff. Sekilas memang hanya sebuah kartun tapi pada kenyataannya manusia memang berperilaku dimana dia akan mencoba untuk memenuhi kebutuhan orang yang mereka sayangi. Selain itu anggota sebuah organisasi akan menghidupkan organisasinya ketika ia memiliki sense of belonging (rasa kepemilikan). Pada saat itulah dia akan memberikan gagasan-gagasan yang inovatif yang membuat organisasinya tidak mati.
Keempat, pada tahapan ini seseorang akan melakukan sesuatu karena ingin mendapatkan pengakuan dari orang lain/self-esteem. Dalam kartun Naruto kita bisa melihat ambisi Naruto yang sangat ingin menjadi hokage karena tidak mendapatkan pengakuan dari orang-orang dari desa konohagakure. Dalam kehidupan yang ril dapat pula kita saksikan seorang anak yang memiliki kelakuan buruk umumnya berperilaku demikian karena ingin mendapatkan pengakuan dari orang lain. Di saat “si cerdas” diperhatikan karena otaknya, maka “si nakal” akan diperhatikan karena kelakuaanya. Dalam bahasa dewasa ini biasa disebut sebagai orang yang cari perhatian (caper)
Tingkatan tertinggi dari teori hirarki maslow adalah self-actualization atau diartikan sebagai keinginan aktualisasi diri. Dalam kasus ini seseorang akan melakukan sesuatu karena ia ingin melakukannya. Mungkin memang terdengar aneh, tapi sering kali kita menjumpai hal-hal seperti ini secara tidak sengaja. Seperti seorang pebisnis yang telah memiliki harta yang bisa dibilang lebih dari cukup tapi masih ingin ikut berpolitik. Bahkan cabang perusahaannya telah cukup luas  dalam berbagai media baik elektronik maupun cetak. Ada juga seseorang yang setelah mengusai satu bidang ingin menguasai bidang lain. Hal ini karena dia ingin melakukannya. Itulah yang menurut maslow menyebabkan seseorang ingin melakukan sesuatu, tidak lain dan tidak bukan karena dia ingin melakukannya.
Pada hakikatnya manusia cenderung mengikuti apa yang mereka lihat, dengar atau pun baca. Dalam sebuah pemungutan suara yang dilakukan secara mendadak, akan terlihat bahwa sisi yang mendapatkan suara pertama cenderung untuk memenangkan pemilihan. Walaupun sebenarnya yang terbanyak tidak selalu menajdi yang paling benar. Sering kali kita terjebak dalam teori raskolnikov, karakter dalam novel crime and punishment karya Fyodor Dostoyevsky. Dalam novel ini diceritakan seseorang yang melakukan sesuatu karena kebaikan meskipun apa yang dilakukannya salah.
Lebih jauh lagi novel ini menceritakan bagaimana cara seseorang dihukum setelah melakukan kejahatan. Bukan dihukum oleh pihak penegak hukum formal ataupun mendapat diskriminasi dari masyarakat, tetapi dia mendapatkan hukuman dari alam bawah sadarnya. Dia akan dihantui oleh rasa bersalah. Dihantui oleh rasa bersalah inilah yang menjadi hukuman seumur hidupnya. seseorang yang dihantui oleh rasa bersalah cenderung lebih tertutup dan mudah tersinggung. Dostoyevsky membuat karakter raskolnikov menjadi seseorang yang terjebak di dalam aturannya sendiri. Dimana ia membenarkan apa yang ia kerjakan meskipun dalam konteks kejahatan. Sering kali para pemuda mengalami hal serupa. Salah satu faktor utama adalah karena telah termakan oleh emosi. Sehingga, pemikiran jernih mereka tertutup.
Negara ini memerlukan pemuda-pemuda yang siap bersaing, bukan hanya dengan negara lain tetapi terlebih dahulu melawan rasa takut yang ada di dalam diri sendiri. Entah itu takut untuk berkembang, takut karena kesalahan masa lalu, takut akan kegagalan, dan berbagai rasa takut lainnya yang dapat membendung potensi diri menjadi pribadi yang lebih baik. Para pemuda juga dituntut untuk melakukan inovasi-inovasi dan kegiatan-kegiatan kreatif, bukan hanya untuk diri sendiri melainkan juga untuk orang banyak.

No comments:

Post a Comment