Tuesday, October 25, 2016
Puisi kekecewaan hati - Bunga di Kala Itu
Seberapa lama pun aku menatapnya
Ia tak kunjung mekar padaku
Kedatangan burung madu pun tak kunjung membuka kelopak itu
Apakah malu atau benci tak jauh berbeda
Hingga kuputuskan tuk meninggalkannya
Hujan selalu indah membasahiku
Namun pelangi tak sempat menghampiriku
Ingin ku menatap sang pelangi walau ku tahu ia pun kan sirna
Bunga itu sekila tidaklah spesial
Tidak bagiku maupun orang lain
Tak ada yang menghiraukan maupun memperhatikan
Siapa yang menanam? Mengapa ditanam?
Tak seorang pun peduli
kelopaknyalah yang dinantikan terbuka
Sekilas ia hanyalah bunga di tepi jalan
Tapi pada saatnya dialah bunga taman
Yang menyenangkan setiap yang memandang
Yang menentramkan hati yang kelabu
Yang mengharumkan memberi kebahagiaan
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment